Saturday, 13 February 2010

SUMPAH PEMUDA

Bahasa daerah di indonesia menarik sekali untuk ditelaah. Setidaknya oleh saya. (beberapa yang lain lebih suka menelaah alasan logis dibalik pewarnaan jambul azis gagap yang kalo dilihat dari jauh kaya lakban ditempel di kepala). Nah, maestro rhoma irama dalam lagunya 'pengorbanan' menggambarkan bahwa negara kita sangatlah kaya akan bahasa. Ada sunda; ada jawa,aceh, padang, batak! Dan banyak lagi yg lainnya...Heey. Hmm..wait..itu judul lagunya 'pengorbanan'? lupakan. Ternyata banyak istilah daerah yang pemakaiannya dapat menimbulkan salah pengertian. Saya ambil contoh: cengek. Nah, istilah ini berasal dari bahasa sunda yang artinya CABE RAWIT. Bayangkan jika anda sedang berjalan di rumah sakit sembari makan tahu isi. Tentunya makan tahu sangat nikmat jika ditambah cabe rawit. Ditengah jalan anda bertemu dg suster dan bertanya, 'misi..saya butuh cengek 3 ons. dimana saya bisa mendapatkanya?' Niscaya sang suster akan mengantarkan anda ke dokter THT dan anda akan diberi lima ons...ehem. Cabe dalam bahasa jawa adalah LOMBOK. Bayangkan Jika anda melakukan perjalanan melewati kota mojokerto dan bertanya: 'mas, lombok ke arah mana ya?' Niscaya jika anda mengikuti petunjuknya, anda akan berujung pada kebun cabe. Itu masih untung, paling sial anda akan sampai di pasar tradisional dimana banyak sekali preman bertato naga..hiiy eike atuut. ehem. APA hikmah dari semua ini? yah.benar. fungsi bahasa indonesia sebagai pemersatu sangat terasa disini. Dengan menggunakan b.indonesia, salah pengertian tidak mungkin terjadi. Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengucapkan: SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA! ___ mas-mas, ini bukan hari sumpah pemuda, ini IMLEK!___ OH, YA??

1 comment :

Anonymous said...

Sampurasun,

Sim kuring teu bisa hirup lamun
euweuh cengek!
Dangukeun ieu papatah kolot:

Eling eling mangka eling
Rumingkang di bumi alam
Darma wawayangan bae
Raga taya pangawasa
Mun kasasar nya lampah
Napsu nu matak kaduhung
Badan anu katempuhan.


Ttd,
Mang Engkus Kusnaedi yg kasep tiada tara
(Punggawa Kerajaan Ujung Berung)