Wednesday, 31 December 2008

Happy New Year

Biasanya, saya melewati tahun baru masehi dengan nongkrong di rumah bersama Ibu sambil nonton Tipi dan ngemil kwaci. Namun di tahun ini terjadi peningkatan. Saya menjadi penanggung jawab acara Mbakariwa’ alias bakar-bakar ikan di LAB Teknik Pengaturan.


Perjuangan untuk mengadakannya sangat berat sodara-sodara. Semula saya pikir, cukup dengan beli ikan dan alat bakar, semua beres. Ternyata pikiran saya itu sesat. Banyak banget yang harus saya siapin!


Dengan estimasi 40-50 orang yang dateng, saya mempersiapkan:

1.Ikan. Ya logis lah ya. Judulnya aja bakar-bakar ikan…ehem, dan saya meminta tolong teman saya asli madura, Bahruddin, untuk membeli lima puluh ikan. Sayang di pasar tak ada ikan Paus. Kan lumayan satu ikan buat rame-rame, dan bisa buat jatah sebulan. Akhirnya Bahruddin memilih Ikan Gurami, plus bonus satu kilo cumi-cumi.

2.Alat bakar. Alat bakar di sini terbagi dua, penjepit ikan dan tempat arang. Tempat arang sudah bisa di tangani oleh teman saya Satria (baca efek HenPon). Kini tinggal penjepit ikan. Saya rela berkelana menyusuri pasar pucang, dengan menahan ketakutan bakal dicolek preman. Dengan bermodalkan wajah ganteng, saya berkeliling ke kios-kios alat masak. Ternyata susah banget cari benda itu. Kaya minyak tanah. Langka! Beruntung di tikungan terakhir saya berhasil mendapatkan dua penjepit ikan, dan memang stoknya tinggal dua. Saya beruntung! Total harganya 19.000. Namun saya berhasil menawarnya, dan harganya menjadi 18.000. Hehehe… kemampan menawar yang payah.
Semula tugas saya telah selesai. Ternyata….

3.Arang. Iya juga ya. Gimana caranya bakar kalo enggak ada arang. Pake korek api rame-rame gitu? Saya membeli arang itu di Toserba Endang di deket kos-kosan. Yah, toserba karena semuannya ada! Dari obat kutil sampe bahan bangunan ada semua ditoko itu. Gilanya, ternyata penjepit ikan juga di jual di sana. Banyak pula! Oh, ralat di point no 2: saya tidak beruntung!.

4.Bumbu Ikan Bakar. Secara kita lontong-lontong semua alias laki-laki. Kita enggak begitu paham tentang perbumbuan. Akhirnya saya dan Agung (baca Kebanggaan terhadap celana training) membeli kecap, mentega dan satu bumbu barbekyu.

5.Sambal. Makan tanpa sambal sama aja dengan sate kambing tanpa kambing. Hambar. Untuk itu saya nekat menerjang hujan untuk mengambil sambal di rumah mbak Ika, di daerah kenjeran. Dalam perjalanan saya sempat mengeluh karena hujan. “I HATE THIS!!” dengan berbekal TOEFL 430 saya berteriak. Allah seperti menjawab keluhan saya. Mendadak hujan jadi super deras, dan tetesannya nyolok-nolok mata saya. Aaaaghh..saya enggak bisa liat jalan! Karenanya saya langsung beristighfar, “Astaghfirulahalaziem. Tadi, saya becanda ya Allah..” Dan hujan mendadak reda.

6.Es campur. Ini sih menu tambahan aja. Soalnya dana juga melimpah. Saya mendelegasikan teman saya, Dimas Syarif, untuk memesan es campur dengan kuota untuk 40 orang. Dan betapa kaget bin terkejut bin mangap, ketika saya melihat kenyataan bahwa Dimas membawa dua tremos super gede berisi es campur. Ini sih bukan untuk 40 orang, tapi 40 kuli panggul di pasar yang hari-harinya ngangkat beras 5 kuintal dengan bersiul! Saya bingung, siapa yang bakal ngabisin?

7.Jeruk nipis. Jeruk nipis selain berfungsi untuk ngelempar maling, juga berfungsi untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Hmm..mungkin bisa juga dicoba untuk manusia dan kambing.

Kurang lebih itu persiapannya. Dan inilah error+kenyataan dilapangan:

1.Ikan belum di bersihin. Oke, akhirnya Bahruddin dan Arif SKK dengan semangat juang yang tinggi membedah ikan-ikan itu.. Arif SKK terlihat sangat gemulai. Tampak bahwa ia cukup lama bergaul dengan ikan. Untuk cumi-cuminya, di handle oleh Dimas Syarif dan Andhika. Mereka berdua mencuci dengan riang gembira, seolah-olah mereka menemukan jati dirinya sebagai pencuci cumi-cumi sejati..

2.Kita melupakan karakteristik penting dari mahasiswa Teknik Elektro ITS bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan. Bahwa mereka yang sekaligus adalah teman-teman saya itu adalah Singa. Singa-singa lapar yang tiap hari memiliki nafsu makan yang membabi buta. Sebagiannya lagi adalah spesies omnivora yang memiliki empat lambung. Ini semua terindikasi dari LUDESnya limapuluh ikan Gurami bakar, empat Kilo nasi uduk, dan dua tremos es campur segede gaban.

3. Mabok Ikan

Malam tahun baru begitu berkesan. Semoga resolusi kita semua untuk tahun 2009 tercapai!


_Hepi Nu Year_
Abie With Love

1 comment :

Dhika said...

maksd lo!!! jati diri apa?? Emang enak sh bersihin cumi bnyk tintanya n nd terlalu amis dibanding bersihin ikan. Semangat cumi-cumi is the BEST