Saturday, 13 December 2008

Fabya Dan cowok putih

Baru-baru ini saya berhasil berkomunikasi lagi dengan satu temen SMP saya di Aceh (thanks to YM). Seorang wanita periang dengan berat badan yang khas. Khas banget. Gadis itu bernama Joko..ehem, maaf itu nama dosen saya. Gadis itu bernama Fabya.


Saya inget banget, dulu dia sering sekali digoda, diejek, diganggu sama sohib kental saya, Sandi. Dan Fabya sebelnya bukan main ama yang namanya Sandi. Saya pernah mendapati mata Fabya melirik tajam ketika Sandi lewat…hmm, nafsu membunuh yang fantastis. Lirikan matanya cukup untuk mempercepat prosesi kelahiran sepuluh anak sapi sekaligus.


Sepuluh tahun berlalu.


Di masa dewasa, Fabya tampaknya tidak berubah. Dia tetap gadis yang periang, dengan ukuran tubuh yang khas. Yang berbeda hanya usianya dan diameter pipinya yang semakin menggila. Terakhir ditemukan kenyataan bahwa ternyata mukanya Fabya pipi semua…


Ada satu percakapan saya dengan Fabya yang cukup menarik hati saya. Ini dia:


1. Saya: Dhita dulu suka ama rambutku fab..

Fabya: Rambut kau yang banyak itu???


Oke, sebuah kalimat cerdas terlontar. Perasaan rambut manusia itu memang banyak deh, Fab? Coba saja kamu bayangkan jika manusia cuma berambut lima biji..ehem, lima helai. Gondrong pula. Betapa jeleknya bukan? Apalagi kalo lima helai rambut itu bentuknya kriting…bisa-bisa orang bingung itu rambut apa bulu ketek yang tumbuh di kepala.


2. Fabya: Dim, cariin aku cowok cakep, yang putih…

Saya: yang punya buntut mau?


Oke, cowok putih. Tolong digaris bawahi, COWOK PUTIH. Saya (sebagai manusia berkulit hitam pribumi dengan wajah maha ganteng) berontak. Ada apa dengan cowok putih? Kenapa juga harus putih, Fab? Bukankah cowok hitam lebih macho? Lebih ganteng? Dan misterius seperti BATMAN? Dan…bukankah cowok hitam lebih hitam daripada cowok putih? Andaikan cowok itu adalah sebuah baju. Cowok putih ibaratnya baju berwarna putih, kena debu dikit nampak banget leceknya, kena asap knalpot dikit langsung kelihatan kotornya, kena kuah soto langsung bau soto (ya iyalah). Cowok hitam ibaratnya baju hitam, kena debu enggak keliatan kotor, kena asap knalpot enggak kelihatan leceknya, keren bukan? Kesimpulannya cowok hitam memang lebih oke daripada cowok putih. Jadi..pilihlah cowok hitam Fab. Survey membuktikan bahwa yang item-item lebih maknyus..

Hehe…enggak kok. Saya enggak Rasis. Putih hitam dua-duanya oke. Tapi kayanya lebih asyik kalo warna lain. Ijo mingkin. Kaya Hulk.



NB: Fab, kalo pengin kurus caranya gampang: setiap pulang pergi kantor jangan pake kendaraan…tapi guling-guling. Yah, kamu guling-guling dari rumah menuju kantor, dan dari kantor ke rumah. Dijamin kurus. Guling-guling=kurus.


Gimana caranya gemuk, Fab?

-Abie With Love-

1 comment :

Anonymous said...

Traditionally, Ugg Boots rugby boots were of a high cut Uggs above the ankle to provide additional Cheap Ugg Boots ankle support. This was seen as appropriate Ugg Boots UK given the nature of the game,UGG Australia particularly the stresses of forward play, Ugg Boots Sale and the amount of physical contact involved and to provide protection against knocks