Tuesday, 21 October 2008

Dua KAtak Vs Cinta

Alkisah, ada seorang pemuda ganteng..(oke-oke, itu memang saya) sedang sibuk menata persiapan acara buka puasa bareng terbesar tahun ini: SEPTEMBER CERIA HIMATEKTRO DAN LCEN. Acara ini dimaksudkan sebagai pembubaran fungsionaris Hima dan LCEN 2007/2008, sekaligus syukuran karena kita-kita telah melalui satu tahun kepengurusan dengan sangat-sangat keren...oke, ganteng!




Sekitar jam lima, ponsel sang pemuda ganteng (iya..iya..itu memang saya) bergetar. Sebagai manusia normal, tentunya sang pemuda ganteng bakal mengangkat telpon. Karena manusia tidak normal, jika mendapati ponselnya bergetar, dia langsung bakar mesjid.




Dan ternyata eh ternyata, ponsel sang pemuda ganteng ter-display sebuah nama yang selama ini ia tunggu dengan penuh kesabaran dan kegantengan. Apakah itu Sandra Dewi? Itu juga ditunggu-tunggu sih..tapi bukan dia! Apakah Bapak Kos? Tentu tidak, karena sangatlah tidak logis bagi mahasiswa kere yang belom bayar uang kos, menantikan telepon dari Bapak Kos! Trus siapa dong? Oke..ternyata yang menelpon adalah...jreng-jreng... Penerbit Bukune!!! Wowowowow....




Sekedar info, sang pemuda ganteng punya mimpi menjadi penulis cerita. Dan beberapa minggu yang lalu dia mengirimkan naskah ceritanya berjuduk Dua Katak Vs Cinta ke penerbit bukune.




Sore itu terjadi percakapan terpenting selama bulan Ramdhan di hidupnya:


Benar ini dengan xxxx?” (nama pemuda ganteng disamarkan demi kepentingan umat).


Bener.”


Ini dari penerbit bukune. Jadi, tadi kita habis rapat pemasaran dan naskah loe, bisa untuk terbit. Cuma, ada yang harus lo perbaiki. Lo ada kertas ma pulpen mungkin?”


Dengan hati tak menentu dan menahan pipis, sang pemuda ganteng berlari layaknya orangpanik gara-gara gempa bumi, menuju beberapa temennya.



eh..eh, ada kertas ma pulpen enggak?” Pinta sang pemuda ganteng.


Nih, tulis di sini aja..” Jawab Ayie, salah seorang temen si pemuda ganteng.


Ayie tanpa dosa berkatatulis di sini ajadengan jari telunjuk menunjuk (telunjuk menunjuk, berarti kalo jempol..menjempol..halah) sebuah BUKU TAMU! Otak sang pemuda ganteng yang masih tergolong waras menterjemahkan bahwa dirinya disuruh untuk menulis di BUKU TAMU! Nulis di Buku tamu?Gila apa ya???



Esti, salah satu teman sang pemuda ganteng yang tanggap, segera memberikan secarik kertas dan batu bata..maaf, pulpen. Serah terima kertas dilakukan dengan penuh haru. (oke, pada adegan ini memang saya dramatisir)


Setelah mendapatkan apa yang pemuda ganteng inginkan, dia langsung mencari posisi yang enak untuk pipis..ehem, untuk menulis arahan dari penerbit Bukune. Dan dia memilih satu tempat di luar gedung, di salah satu pojok, untuk menulis. Perlu di catat bahwa posisi badan sang pemuda ganteng saat itu adalah JONGKOK! Yang mana mungkin karena hal ini lah, banyak teman-teman sang pemuda ganteng berkomentar normal seperti:


Hei ngapain jongkok?’


woi, jangan mojok woi! Puasa!’



Sampai yang paling memacu nafsu membunuh:


Kamu jongkok kaya gitu kaya orang autis...’



Tapi sang pemuda tak peduli. Biarlah Anjing menggonggong, orang ganteng tetaplah ganteng..


Sang pemuda ganteng kemudian melanjutkan percakapan dengan penerbit Bukune.

Jadi menurut gue naskah lo masih...bla...bla..bla...jadi lo harus..bla..bla..bla..” Beliau menjelaskanbagian mana saja yang harus di revisi.


”Ooh..gitu ya, Mas? Hmm..ini dengan Mas siapa yah?”


Dan penerbit bukune menjawab, “Gue Radith..”


Pemuda ganteng bertanya lagi dengan penuh harapan, “ Radith? Raditya dika?’”


Iya...”



Wowowowowo... sang pemuda ganteng girang luar biasa. Rasanya ingin mencium siapapun! Sandra Dewi, Revalina, Zaskia Mecca, atau siapapun yang kece..! Hahaha..



Yah, sang pemuda ganteng sangat bersyukur. Dan semakin percaya bahwa, bulan Ramadhanadalah bulan penuh Berkah.



Orang yang baik adalah orang yang mau berbagi akan kegembiraannya. Dan orang pertama yang di hubungi sang pemuda ganteng terkait kabar gembira ini adalah Icha. Iya, itu tuh...si Annisa Yustia yang daya ingatnya setara disket 1.44 mega, kebanting sekali data langsung ilang semua. Hari ini diceritain tentangsi Andi bulu keteknya jarang-jarang’, besoknya dia nanya, ‘Andi tuh siapa yah?’. Dasar Icha...untung pemuda ganteng sabarnya amit-amit.




Oke fokus lagi, pertanyaannya adalah kenapa Icha yang pertama kali dihubungi? Yupz, tepat karena namaIchadipinjem sang pemuda ganteng untuk dipake sebagai nama pemeran utama wanita dalam naskah Dua Katak Vs Cinta. Icha yang jiwanya polos kaya anak bayi tikus mau-mau aja namanya di pake, padahal dia belum tahu kalo itu adalah KESLAHAN BESAR!!!! Hahahaha....


-PLAKK-


Sang pemuda ganteng menampar penulis dengan ember.


Boong, Cha! Boong! Make nama kamu bakal bikin buku gue best seller!” Sang pemuda gantengberteriak lantang.



Oke, sebagai penulis yang konsisten, walau abis ditampar pake ember, saya harus tetap menulis.


Sore itu terjadi percakapan antara Icha dan pemuda ganteng.


Cha, naskah gue diterima!”


“Wuooow..keren..trus-trus, berarti terbit dong?”


tergantung revisinya, Cha. Kalo revisinya lama, ya jadi lama terbitnya.”


Oooh...gitu. Ntar kalo udah terbit aku dikasih gratis yah?” Teman-teman, ini adalah sebuah bukti kalo wanita memang mau enaknya doang. Racun Dunia.


Karena pemuda ganteng sabarnya amit-amit, dia menjawab, ”Iya, entar gue kasih.”


Cihuy...!”


Cha, lo tau enggak editor gue sapa?”


Sapa?”


Radithya Dika!”


Beneran??”


Bener, Cha!!”


Iiih..keren! Eh, editor tuh apa?”


Pemuda ganteng geram, garuk-garuk aspal. Apakah Icha tidak bisa menganalisis sendiri. Editor berasal dari kata edit dan diberi –or. Edit berarti memperbaiki, dan –or menunjukkan orang. Jadi editor adalah orang yang memeriksa, dan memperbaiki naskah kita. CATET, CHA!


Lagi-lagi karena sang pemuda ganteng orangnya sabar banget, dia menjelaskan kalo naskahnyaakan diarahkan biar jadi lebih keren dan oke.


Beneran, editor lo Bang Radith?” Bang Radith? Hmmwanita meamgn suka sok akrab.


Bener.”


Mau dong nomor telponnya...” Tuh, kan? Wanita Cuma mau enaknya doang..



Yah, bagi pemuda ganteng tanggal 23 September 2008 adalah hari yang tak boleh dilupakan, karena siapa tahu di titik itu dia bisa jadi penulis yang oke!


Amiin.




-Bakalan terbit-

Abie With Love

3 comments :

adhieee said...

wah wah wah,,,hebat abiee..sebentar lagi akan jadi penulis ternama.hehehe..jangan lupa gratisan bukunya, ntar kudoain bukunya di filemkan...hehehe

Anonymous said...

Wueee... gila,gila,gila..
akhirnya nemu juga senior di elektro yg trnyata gag cuma fokus di kuliah.. penulis coy! ini ni yang bkin demen.. hhaha!
msa dari dulu sama senior cuma diliatin IP 3++.. cuma bisa bkin aq ngiler ajah! blom perna diliatin bakat2 terpendam laen ma snior2 di elektro..
mksudku ya yg kayak gni..

Keren mz uda maw nerbbitin buku.. okedah ta tunggu lo..

2005 tah??

Anonymous said...

http://lumerkoz.edu I want to say thanks!, http://www.comicspace.com/avandia/ yoga sideline http://www.comicspace.com/codeine/ wellbeing http://barborazychova.com/members/Buy-Lipitor.aspx shneiderman luisa http://soundcloud.com/prevacid risking http://malgorz.com/members/Buy-Augmentin.aspx comrades stagnation