Friday, 21 March 2008

balada jari ke 6


Hari kamis siang adalah waktunya kuliah Sistem Microprocessor( Sis Mik). Dan dosen yang ngajarin matkul itu adalah salah satu dosen favorit gue. Duh..gue? gaya banget? Gak apa deh, sekali-kali pake kata sandang ‘gue’. Knapa? Mo protes? Silakan hubungi 08543728950423123.

Oke kembali ke dosen paporit. Dosen gue itu namanya pak Hanny. Orangnya aneh banget, ngawur, lucu, pokoknya beda ama dosen Sis Mik kelas sebelah yang enggak keren, tua, monoton, tidak dinamis, tidak bisa bikin puisi (lhohh??) Pokoknya dosen kelas sebelah parah banget deh, sebel gue! Soalnya semester kemaren gue dapet dia dan berakhir di D. di D. Di DDDDD!!! Dendam pribadi. Makanya gw ngulang n dapet pak Hanny Bunny Sweety..

Lanjut..

Dosen gue ini kalo ngajar pinter banget, sehingga kita sebagai mahasiswa o-on bin dudul bisa nangkep materinya dengan baik. Tindak-tanduknya juga aneh-aneh. Mau contohnya? Ini dia:

  1. Dia pake kacamata yang masih ada stiker label di lensanya. Alesannya gue lupa. Pokoknya aneh!

  2. Resleting celanyanya dipasang bunderan gantungan kunci. Lhah? Buat apa coba? Reselatingnya rusak, jadi suka mlorot-mlorot. Nah ide cemerlangnya adalah: mengaitkan reselating tersebut ke kancing celana dengan bantuan bunderan gantungan kunci. Busyeet…kreatif.

  3. Dan lain-lain, kalo gw tulis bisa sampe besok subuh.

Di mata kuliah beliau, gue banyak dapet inspirasi. Bukan tentang dunia ke-elektro-an, bukan tentang giaman cara bikin prosessor Core to quatro 17 Ghz, bukan juga tentang gimana caranya bikin robot penggaruk punggung, atau pengambil upil. Bukan..bukan itu. Ini adalah sebuah inspirasi tentang Kehidupan…..

Disamping kuliah sismik, pak hanny ini suka bahas fenomena2 aneh yang ada di idup ini. Dan ini salah satunya yang membuat hati gue terusik, tercabik-cabik, lalu terbuang bersama angin..halah..

Sebuah fenomena yang sempat menjadi perdebatan dikalangan kos-kosan, ceritanya begini:

Pak Hanny berkata dengan bahasa Surabaya yang udah gw translate, “ Jari manusia itu ada lima. Urutannya adalah Jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Semua ada namanya. Nah, teknologi sudah berkembang sangat pesat, begitu juga dengan proses genetika yang semakin kreatif. Manusia sekarang ada yang di anugerahi jari berlebih, ada yang jarinya enam, tujuh, atau lebih.” Gw manggut-manggut. Pertanyaanya : “jari ke 6,7, dll itu NAMANYA APA?”

Sebuah pertanyaan besar yang menggoda imajinasi gue untuk berfikir. Iya ya? Namanya apa ya? Seandainya gw kasih nama jari ke6 dengan nama jari ujung. Trus tiba-tiba gw nemu yang jarinya 7, gue kasih nama apa coba? Jari ujung udah diambil sama jari keenam. Di kasih nama apa??APA??

Om gue jari kakinya ada enam. Gue tanya, “Om, jarinya kok enam?” dia jawab, “iya.” Aneh kan, jawaban yang tidak nyambung. Gue tanya mengapa, dijawab ‘iya’. Harusnya dia jawab, “oh, ini karena pengaruh nilai mata uang yang tidak stabil, sehingga membuat manusia mulai berfikir untuk mencari energi alternatif. Sama-sama tidak nyambung, tapi konteks kalimat udah bener. Ditanya ‘Mengapa’, dijawab ‘karena’. Kok jadi kuliah tata bahasa gini?

Kembali ke jari berlebih. Fenomena ini gue bawa ke Friendster, gw ngirim comment yang sama ke beberapa temen gw yang kuliah di kedokteran. Gue jabarin permasalahannya beserta pertanyaan besarnya: Nama jari ke enam, tujuh, dll tu apa? Dengan harapan gue bakal dapet jawaban yang oke punya.

Apa kata mereka?

  1. Ichi anak Trisakti bilang, “bole juga tuh..entar gw tanya dosen gue…” setelah itu dia promosi XL bebas. Enggak penting.

  2. Tyatika anak Syah Kuala bilang, “Wah..pertanyaan dimas Dahsyad..” trus dia jawab kalo namanya adalah…asisten kelingking. Oke thanks Tya!

  3. Widhi anak UNS, dia enggak bales comment gue..huuu..tapi dia jawab via mxit. Jari keenam itu adalah….Braioterart…duh gue lupa, dia ngomong bahasa ilmiah kedokteran yang bikin napas terbuang percuma dan ujung-ujungnya merusak ozon.

Kita ambil jawaban Tyatika.Misalnya nama jari ke-enam namanya adalah Asisten kelingking, terus ternyata ada yang jarinya ada 7, pasti dinamain asistennya asisten kelingkung, kalo 8 namanya asisten asistennya asisten kelingking. Nah ternyata ada orang yang jarinya 9! Tiba-tiba jari ke9 mau keinjek, kita yang liat pasti teriak, “WOI AWAS asisten asisten……..dst.. MAU KEINJEKKK!!!” Gue yakin tuh jari udah jadi pepes duluan. Bayangkan berapa banyak suku kata ‘Sis’ yang terucap, berapa liter ludah yang muncrat, berapa jam waktu yang diperlukan, Cuma untuk bilang ‘awas mau keinjek!’ sangat tidak efektif.

Gue memandang ini adalah masalah terbesar di dunia kedokteran. Dan ikatan dokter dunia harus bikin seminar khusus untuk membahasnya.

Wahai para dokter. Segera temukan JAWABANNYA.

Emang enggak penting.

Abie with love

No comments :